Hanya dua hari setelah program Tahfidzul Quran kami mulai dengan penuh harapan, sebuah kabar gembira yang luar biasa datang dari ruang belajar anak-anak. Allah SWT seakan memberikan isyarat bahwa niat baik untuk membumikan Al-Quran di hati anak-anak kami mendapatkan ridha-Nya.
Lima dari sepuluh santri perintis program Tahfidz berhasil menyelesaikan hafalan mereka jauh lebih cepat dari target yang ditentukan. Jika semula kami menargetkan hafalan Juz 30 selesai dalam waktu seminggu, lima santriwati cemerlang ini berhasil menuntaskannya hanya dalam tiga hari!
Sebuah pencapaian yang sontak memompa semangat seluruh keluarga besar Rumah Sejahtera.
Permata-permata Pertama Program Tahfidz
Kelima santriwati yang menjadi pionir keberhasilan ini, seperti yang dituturkan oleh Pengasuh PARS, Bapak Faizuz Sya’bani, memang diakui memiliki potensi yang istimewa. “Selain kemampuan membaca Al-Quran yang sudah bagus, mereka juga memiliki kemampuan menghafal dengan cepat,” tutur beliau saat itu.

Dengan penuh rasa bangga, kami mengenang kembali nama-nama mereka sebagai permata-permata pertama dari program ini:
- Annisa Nur Sakinah
- Sri Rejeki
- Aulia Azim Ghofirah
- Kartika Rahmawati
- Fatikhah Nurul Fitria
Sementara itu, lima santri lainnya pun tidak tertinggal jauh. Mereka hanya tinggal menyelesaikan beberapa surat pendek saja, dan kami sangat yakin seluruh angkatan perintis ini berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 sesuai target awal.
Semangat yang Tak Kenal Jeda
Yang lebih mengagumkan dari kecepatan hafalan mereka adalah semangat mereka yang tak kenal jeda. Tanpa perlu menunggu lama, kelima santriwati yang telah menyelesaikan Juz 30 ini langsung melanjutkan perjuangan mereka ke Juz 1.
Bukan kami yang menetapkan, melainkan mereka sendiri yang berinisiatif membuat target baru. Hal ini tergambar jelas dari penuturan salah satu santriwati, Annisa, pada hari itu. “Kami sudah mulai menghafal juz satu. Tadi sudah setoran sepuluh surat awal. Targetnya sehari kami bisa menghafal sepuluh ayat, sehingga satu juz bisa selesai dalam waktu 14 hari,” terangnya dengan penuh optimisme.
Semangat dan keyakinan yang terpancar dari Annisa dan kawan-kawannya saat itu menjadi bukti terkuat bahwa program ini berjalan di atas rel yang benar. Bukan karena paksaan, tetapi karena cinta dan antusiasme yang tumbuh dari dalam hati anak-anak itu sendiri.
Mengenang kembali momen ini, hampir satu dekade kemudian, kami semakin yakin. Keberhasilan awal yang luar biasa ini adalah karunia dari Allah, sebuah peneguhan bahwa jalan untuk mencetak generasi Qurani di Rumah Sejahtera telah dibukakan lebar-lebar sejak hari pertama. Spirit inilah yang terus kami jaga dan wariskan kepada angkatan-angkatan penghafal Al-Quran selanjutnya.

Tinggalkan Balasan