Setiap program unggulan memiliki hari pertamanya. Sebuah momen saat sebuah mimpi besar dimulai dengan langkah kecil yang penuh harapan. Bagi kami di Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS), salah satu hari paling bersejarah itu adalah 4 November 2015.
Pada hari itulah, sebuah benih berharga kami tanam. Program Tahfidzul Quran atau menghafal Al-Quran secara resmi dimulai. Tidak ada perayaan megah atau seremoni besar. Yang ada hanyalah semangat, doa, dan 10 orang anak asuh yang kami pilih sebagai angkatan perintis, sebagai model bagi sebuah cita-cita besar.
Langkah Awal yang Penuh Optimisme
Kami masih ingat betul bagaimana program ini dirancang. Sebagai langkah awal, kami meluncurkan sebuah program uji coba yang akan berlangsung selama dua bulan.
“Kami akan melaksanakan uji coba kepada 10 anak selama dua bulan. Targetnya adalah 10 anak tersebut bisa hafal 2 juz,” terang Pengasuh PARS, Bapak Faizuz Sa’bani, kala itu.
Sebuah target yang tidak ringan, namun dilandasi oleh optimisme yang kuat. Bapak Faizuz menjelaskan lebih lanjut bahwa jika program percontohan ini berhasil, maka sasaran peserta akan terus ditingkatkan. Visi jangka panjangnya begitu mulia: menjadikan seluruh anak asuh di Rumah Sejahtera sebagai para penghafal Al-Quran.
“Telah banyak contoh lembaga penghafal Quran yang sukses menjalankan program serupa,” ujar beliau saat itu, menularkan keyakinan bahwa dengan niat yang lurus dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, program di PARS pun akan diberkahi kesuksesan oleh Allah SWT.
Buah Manis dari Sebuah Impian
Hampir satu dekade telah berlalu sejak hari bersejarah itu. Langkah kecil yang dimulai dengan 10 anak kini telah tumbuh menjadi salah satu pilar utama pendidikan di Rumah Sejahtera. Program Tahfidz yang dulu hanya sebuah uji coba, kini telah menjadi identitas dan kebanggaan kami.
Alhamdulillah, program ini terus berjalan dan berkembang, melahirkan anak-anak yang hatinya terpaut pada Al-Quran. Mereka tidak hanya dididik untuk cerdas secara akademis, tetapi juga untuk memiliki cahaya Al-Quran dalam dada mereka sebagai pedoman hidup.
Mengenang kembali momen di tahun 2015 adalah sebuah pengingat yang indah. Bahwa setiap cita-cita besar, betapapun tingginya, selalu bisa diraih jika dimulai dengan langkah pertama yang mantap, niat yang tulus, dan keyakinan penuh pada pertolongan Allah. Semoga program ini akan terus melahirkan generasi Qurani yang akan menjadi penyejuk mata bagi keluarga, masyarakat, dan agama.

Tinggalkan Balasan