Bukan Sekadar Menitipkan: Saat Pengurus dan Wali Bersatu dalam Satu Keluarga Besar

Di Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS), kami memegang sebuah keyakinan kuat: mendidik seorang anak bukanlah tugas satu pihak, melainkan sebuah amanah yang harus diemban bersama. Keyakinan inilah yang menjadi ruh dari sebuah acara penuh kehangatan yang kami selenggarakan pada 5 Agustus 2014 silam, sebuah “sarasehan” atau temu akrab antara pengurus panti dengan seluruh wali anak asuh.

Momen itu bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru, di mana keluarga besar kami bertambah hingga berjumlah 43 anak. Di tengah semangat baru tersebut, kami merasa perlu untuk tidak hanya mengenal anak-anak, tetapi juga merangkul keluarga mereka, para wali yang telah memercayakan putra-putri mereka kepada kami.

Menjadi Satu Keluarga Besar untuk Mendidik Anak-Anak Kita

Acara sarasehan yang berlangsung di aula PARS itu jauh dari kesan formal. Suasananya cair, penuh senyum, dan obrolan santai. Tujuan utamanya seperti yang disampaikan oleh Pengasuh PARS, Bapak Faizuz Sya’bani, dalam sambutannya.

“Dengan acara ini, diharapkan nantinya kita bisa bersama-sama menjadi satu keluarga besar untuk mendidik anak-anak kita,” ungkap beliau.

Kalimat sederhana itu adalah inti dari filosofi kami. PARS tidak ingin menjadi sekadar tempat penitipan. Kami ingin menjadi rumah kedua, di mana pengurus, pengasuh, pendidik, dan wali anak asuh duduk dalam lingkaran yang sama, saling bahu-membahu. Kami adalah mitra, sebuah tim yang solid dengan satu tujuan mulia: memastikan anak-anak tumbuh menjadi pribadi terbaik.

Ruang untuk Saling Mendengar dan Menguatkan

Dalam sarasehan tersebut, setiap wali diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri, berbagi cerita, dan yang terpenting, memberikan masukan atau pertanyaan kepada kami. Ini adalah wujud komitmen kami untuk transparansi dan komunikasi dua arah. Kami percaya, masukan dari para wali adalah vitamin yang menyehatkan bagi tumbuh kembang lembaga ini.

Sungguh mengharukan mendengar harapan tulus yang mereka sampaikan. Para wali berharap agar anak-anak mereka bisa semakin baik, tidak hanya dari segi prestasi akademik, tetapi juga, dan yang paling utama, dari segi akhlak. Dalam forum itu, lahir sebuah kesadaran bersama yang indah: bahwa anak-anak ini adalah tanggung jawab bersama.

Meskipun bertahun-tahun telah berlalu sejak sarasehan pertama itu, semangatnya tidak pernah luntur. Prinsip kemitraan dengan wali terus kami pegang erat. Karena kami yakin, ketika rumah dan panti berjalan beriringan, langkah anak-anak kita menuju masa depan akan menjadi jauh lebih ringan dan kokoh.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *