Seorang isteri diperintahkan untuk bersyukur kepada suaminya yang telah memberikan nafkah lahir dan batin kepadanya. Karena dengan syukurnya isteri kepada suaminya dan tidak banyak menuntut, maka rumah tangga akan bahagia. Isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya dan banyak menuntut merupakan pertanda isteri tidak baik dan tidak merasa cukup dengan rizki yang Allah karuniakan kepadanya.

Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan masuk Neraka bagi para wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan pada hari Kiamat Allah Ta’ala pun tidak akan melihat seorang wanita yang banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.

Perhatikan hadist berikut:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ يَوْمَ الْعِيدِ… وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ ثُمَّ مَضَى حَتَّى أَتَى النِّسَاءَ فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَّرَهُنَّ فَقَالَ تَصَدَّقْنَ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ فَقَامَتْ امْرَأَةٌ مِنْ سِطَةِ النِّسَاءِ سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ فَقَالَتْ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ قَالَ فَجَعَلْنَ يَتَصَدَّقْنَ مِنْ حُلِيِّهِنَّ يُلْقِينَ فِي ثَوْبِ بِلَالٍ مِنْ أَقْرِطَتِهِنَّ وَخَوَاتِمِهِنَّ

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata; Aku telah mengikuti shalat hari raya bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memberikan nasehat kepada manusia dan mengingatkan mereka. Setelah itu, beliau berlalu hingga sampai di tempat kaum wanita serta memberikan nasehat dan peringatan kepada mereka.

Beliau bersabda:
“Bersedekahlah kalian, karena kebanyakan kalian akan menjadi bahan bakar neraka jahannam.”

Maka berdirilah seorang wanita terbaik di antara mereka yang ber-pipi kemerah-merahan seraya bertanya:
“Kenapa ya Rasulullah?”.

Rasulullah menjawab:
“Karena kalian lebih banyak mengeluh dan mengingkari kebaikan suami.”

Maka mereka pun menyedekahkan perhiasan yang mereka miliki dengan melemparkannya ke dalam kain yang dihamparkan Bilal, termasuk cincin dan kalung-kalung mereka.

“Aku diperlihatkan Neraka,sebelumnya aku tidak pernah melihat pemandangan yang sangat mengerikan seperti itu.
Dan aku melihat kebanyakan penghuni Neraka adalah kaum wanita.

Mereka bertanya :
“Kenapa wahai Rasulullah SAW ?”.
Beliau bersabda: “Dikarenakan kekufurannya !”.

Lalu ada yang bertanya :
“Apakah kufur kepada Allah ?”.
Beliau menjawab:
“Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikan suaminya.

Jika kamu berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat kamu sedikit kejelekkan, kemudian dia berkata pada suaminya:
“Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun dari kamu”.
(HR. Bukhari, no. 1052.)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

1- Rasulullah saw sangat memperhatikan terhadap kaum wanita sehingga menyempatkan mendatangi mereka utk memberikan nasehat khusus.

2- Kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita.

3- Sifat mengeluh dan adab yg kurang baik terhadap suami, merupakan penyebab utama kaum wanita memasuki neraka.

4- kurang bisa menghargai dan tidak bersyukur atas pemberian dan kebaikan suami bisa menjadikan wanita masuk kedalam kekufuran.

5- Siksa neraka merupakan kengerian yg sangat dahsyat.

6- Rasulullah saw memerintahkan utk memperbanyak sodaqoh agar diselamatkan dari siksa neraka.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Wanita yg salihah yg akan mendapat kebahagiaan akhirat adalah yg bisa menjaga kehormatan dan taat pada allah dan suaminya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”
(QS. An Nisa [4]: 34)

2- Laki2/suami adalah pemimpin bagi wanita..

Sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan dalam al-Qur’an:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

”Laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”
[QS. An-Nisa: 34].

3- wanita dilarang keluar rumah kecuali terpaksa dan jangan berhias terlalu mencolok.

Sebagaimana firman Allah,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian dan jangan berhias seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu”
(QS. Al Ahzab: 33)

semoga membawa manfaat dan keberkahan. Aamiin

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.