1492612357586(20/4-17) 14 anak asuh PARS harus dibawa ke rumah sakit. Perut males, muntaber, kepala pusing. Sontak kami semua mencari kira-kira apa penyebabnya. Hampir semua tertuju  pada satu jenis yg dikonsumsi anak, sarden.

Dua minggu yang lalu PARS dan  beberapa panti asuhan di DIY mendapat bantuan bahan makan dari Dinas Sosia Sosial. Untuk PARS mendapat kecap, minyak goreng, dan yang paling banyak sarden ikan. Pada saat penyerahan memang sudah disampaikan  oleh petugas antar agar segera dimanfaatkan  karena mendekati kadaluwarsa. Benar, kaleng sarden tersebut berbatas baik konsumsi Juni 2017.

Karena banyak, sarden tersebut sempat sebagian dibagikan ke lembaga lain oleh PARS.  Entah karena apa, tgl 18 April 17 anak-anak mulai bermasalah kesehatannya yg berujung di rumah sakit untum mendapat pertolongan.  Paginya petugas Kesehatan mulai cek ke PARS untuk mendapat kepastian penyebab musibah tersebut. Dibantu mahasiswa pascasarjana UGM yang kebetulan sedang kerja sama dengan Dinas Kesehatan langsung cek lapangan dan wawancara dengan keluarga PARS.  Termasuk dengan anak asuh. “Wah, belum bisa memastikan penyebabnya, Pak”, jawab di antara mereka. Karena pola yang belum pasti apakah pasti dari makanan khususnya sarden.

Paling tidak mendekati kebenaran, ternyata diantara kaleng sarden sudah ada yang karatan. Itu pun belum dapat dipastikan. Bahkan pihak PARS Minta kepada petugas Kesehatan untuk dapat menemukan penyebab wabah tersebut. Dengan harapan wabah serupa tidak akan terulang lagi.

Ujian. Ya, kebetulan dianatara yang sakit adalah anak-anak kelas 9 dan kelas 12 yang sedang menjalani  ujian sekolahnya. Alhamdulilah, ujian kelas 12 usai. Namun yang kelas 9 masih harus menghadapi UNBK  awal Mei nanti. Semoga segera sehat kembali dan dapat dipastikan penyebab wabahya  .

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.