PA. Rumah Sejahtera (11/23/2017). Hujan kembali mengguyur bumi Ponjong. Membuat genangan-genangan air yang tak beraturan. Segerombolan anak sudah terlihat berduyun-duyun silih berganti berangkat sekolah. Hujan, bukan berarti sebuah alasan untuk bermalas-malasan. Sedikit cerita tentang perjuangan anak asuh PA. Rumah Sejahtera dalam suka maupun duka perjalanan menempa ilmu demi cita-cita yang diidamkan.

Pagi ini, hujan kembali membasahi bumi Ponjong. Ya, tempat dimana PA. Rumah Sejahtera berdiri kokoh. Tempat berteduh, tempat untuk menimba ilmu agama, tempat untuk berbagi suka maupun duka, dan segudang kisah tentang peradaban didalamnya. Disinilah, anak asuh diberikan kasih sayang, perhatian, kecukupan sandang dan pangan, diberikan wejangan untuk tetap istiqomah di jalan-Nya.

tetap semangat bersekolah walau hujan deras

Sungguh, Allah telah menjanjikan dalam kitab-Nya bahwa “Sesungguhnya setelah kesulitan  itu ada kemudahan”. Dan janji-Nya pun tak pernah dusta, Dia memberikan begitu banyak nikmat kepada kami, mengantarkan kami ketempat terbaik menurut-Nya. Dia telah titipkan tangan-Nya kepada malaikat berhati mulia sehingga kami bisa bersekolah sampai jenjang ini. Walaupun hujan mengguyur deras, tak sedikitpun menyurutkan semangat kami untuk tetap beraktifitas. Bukan pula alasan untuk tidak masuk sekolah.

Sambil melantunkan doa “Alloohummaa Shoyyiban Naa fia’an” , kami berangkat menuju sekolah dengan senyum dan niat ikhlas dalam hati untuk menuntut ilmu, bekal kehidupan dimasa mendatang. Sebuah tradisi kami, sebelum berangkat sekolah dibiasakan untuk berpamitan kepada bapak dan ibu untuk meminta restu agar dimudahkan dalam segala aktifitas yang dijalankan. Penuh harap dan keyakinan bahwa apapun yang dilakukan jika dilandasi dengan niat yang ikhlas dan baik pasti hasilnya akan memuaskan.

Semangat pagi… *__*

Sesungguhnya menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan menurut al-Imam asy-Syafi’i:

طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ النَّافِلَةِ

Menuntut ilmu lebih utama dibandingkan sholat Sunnah (Musnad asySyafi’i (1/249), Tafsir alBaghowy (4/113), Faidhul Qodiir (4/355))

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.