PA. Rumah Sejahtera (11/09/2017). Kehidupan santri sangat kental dengan sikap kemandirian, kepemimpinan dan kebersamaan. Hal inilah yang menjadikan ciri kehidupan seorang santri dengan yang lainnya. Tidak hanya belajar kitab-kitab di pesantren dan ilmu pengetahuan umum di sekolah, tetapi seorang santri dituntut untuk sekolah pembelajaran hidup. Belajar memahami hidup yang sebenarnya terpisah dari kedua orang tua.

Bagi yang sudah pernah merasakan kehidupan di pesantren, tentunya terkadang teringat masa kenangan indah hidup di pesantren. Hidup berjamaah dengan teman-teman, ada suka dan duka. Merasakan indahnya kebersamaan, tidur bareng, makan bareng, sholat berjamaah, belajar bersama, dan seabreg kegiatan yang sudah ditetapkan oleh pesantren. Pun seperti di PA. Rumah Sejahtera, ketika pagi menjelang pukul 03.00 kegiatan sudah muncul aktivitasnya, ada yang tahajjud, ada yang tadarus, ada yang sudah mandi, belajar, dan kegiatan lainnya. Hingga tiba sholat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan setoran hafalan, kemudian persiapan untuk sekolah.

belajar seni bacaal-qur’an

Sore ini, kegiatan PA. Rumah Sejahtera adalah seni baca Al-Qur’an (Qiro’ah). Seni baca Al Qur’an ialah bacaan Al Qur’an yang bertajwid diperindah oleh irama dan lagu. Bersama ustadz Mudiono setiap kamis sore santri PA. Rumah Sejahtera belajar qiro’ah. Tujuan dari pembelajaran ini agar santri dapat membaca al-qur’an dengan suara merdu, jelas, benar disertai dengan pemahaman. Dengan adanya pembelajaran qori’ ini, diharapkan dapat memberikan bekal kepada santri untuk bisa menjadi qori’ yang baik.

Tips kunci sukses menjadi qori’:

  1. Tekad yang sungguh-sungguh
    Sesungguhnya seseorang yang ingin mencapai cita-citanya,haruslah mempunyai tekad yang kuat dan kemauan yang keras. Hal ini sangat perlu sekali karena merupakan penunjang keberhasilannya di dalam menempuh cita-cita sebagai qori’ yang baik.
  2. Niat yang ikhlas
    Niat adalah pokok utama yang harus ada pada setiap individu,namun yang ditekankan disini adalah niat seseorang tatkala ia sedang mengikuti masa belajar qori’/qoriah.
  3. Menghayati isi kandungan alqur’an
    Pada waktu kita membaca alqur’an,seluruh pikiran kita konsentrasikan untuk dapat menghayati benar-benar apa yang terkandung dalam ayat tersebut. Kita jangan sampai membaca alqur’an hanya untuk sekedarnya saja,tapi harus menjiwai isi kandungan itu sendiri.
  4. Konsisten
    Seseorang yang mempelajari seni baca Al-Qur’an, haruslah berusaha untuk senantiasa beristiqomah/terus menerus (continue) dalam belajar. Jangan menjadi qori’/ qoriah musiman, yaitu ketika menjelang MTQ, barulah ia belajar dan memperdalam al-qur’an, dan setelah itu berhenti ini jelas bahwa tujuannya belajar qori’/ qoriah hanya sekedar ingin mendapatkan gelar juara/piala agar dirinya dapat dikenal orang.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.