PA. Rumah Sejahtera (01/14/2018). Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah Ta’ala, salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan pengikutnya yang teguh menjalankan sunah-sunahnya.

Seperti biasa kegiatan pada hari libur di PA. Rumah Sejahtera dominan diisi dengan kegiatan pribadi, usai mengaji subuh anak asuh langsung bergegas beres-beres asrama, mandi, nyuci, kemudian belajar. Namun, pagi ini lepas sarapan anak asuh menonton film edukasi yang berjudul “Jembatan Pensil”. Tujuan dari menonton film ini adalah agar anak asuh termotivasi untuk terus semangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita walau dalam keadaan apapun.  

Jembatan Pensil merupakan film nasional bergenre drama sebagai tontonan bersama keluarga. Digarap oleh rumah produksi Grahamdhika Visual, dan disutradarai oleh Hasto Broto, dengan naskah filmnya ditulis oleh Exan Zen. Film ini ceritanya cukup menarik, dan layak ditonton oleh anak-anak usia sekolah, sebagai motivasi mereka dalam bersekolah, dalam meraih impian, dan juga dalam berteman.

Film Jembatan Pensil kisahnya akan bercerita perjuangan anak-anak Sekolah Dasar untuk terus mendapatkan pendidikan di sebuah sekolah gratis yang dibangun oleh Pak Guru, mereka adalah Inal, Nia, Aska, Yanti dan Ondeng. Inal yang tuna netra dan Ondeng yang memiliki ‘keterbelakangan’ tetap bisa menikmati masa-masa sekolah dengan gembira walaupun harus melalui perkalanan berlilu untuk berangkat dan pulang sekolah.

Ondeng yang memiliki kemampuan menggambar sketsa mengisi kesibukan setiap harinya di dalam maupun di luar kelas dengan menggambar sketsa. Bahkan, Ondeng selalu ‘merekam’ semua yang menjadi ketertarikannya dalam gambar sketsa, termasuk kehidupan ayahnya yang seorang nelayan dan jembatan rapuh yang selalu dilalui sahabt-sahabatnya itu.

Ketika akhirnya jembatan rapuh itu rubuh saat keempat sahabatnya itu sedang menyeberang, tidak membuat semangat anak-anak itu pupus. Ketakutan dan pikiran Ondeng yang selalu teringat ayahnya dan ketakutannya setelah ditinggal ayahnya membuat Ondeng lepas kendali dan tidak menyadari bahayanya membawa perahu sendiri ke laut.

Banyak pesan moral yang bisa kita petik dari film ‘Jembatan Pensil’ bertema pendidikan berpusat pada karakter anak-anak ini, seperti diantaranya kesuksesan terbesar dalam hidup adalah di saat kita berani mengejar mimpi dan cita-cita sesuai keinginan hati. Selain itu, film ini juga menyentil masalah dunia pendidikan kita di mana dalam proses belajar, yang sepantasnya dijadikan tujuan adalah pemahaman tentang ilmu, bukan sebatas nilai ataupun ijazah sebagai bukti kelulusan.

Film ini menampilkan kenyataan sebenarnya mengenai dunia pendidikan kita yang terasa tidak adil untuk sebagian orang.“Jangan menilai orang dari luarnya saja”, itulah pesan yang disampaikan oleh film pendidikan yang sarat moral. Juga menyentil pada para orang tua untuk tidak membebani anak terhadap pencapaian-pencapaian yang harus ia raih. Film ini penuh dengan inspirasi yang terus melekat di hati kita penontonnya akan jasa guru yang sangat sayang dan menginginkan pelajaran terbaik pada setiap muridnya.

LEAVE A REPLY