Perintah Menanam dalam Islam

Faizuz Sa'bani bersama jamaah Masjid Al Huda tengah melakukan kunjungan ke Pusat Bibit dan Buah Alpukat di Ambarawa
Faizuz Sa’bani bersama jamaah Masjid Al Huda tengah melakukan kunjungan ke Pusat Bibit dan Buah Alpukat di Ambarawa

Bertani merupakan sebuah kegiatan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Bahkan Rasulullah tetap menganjurkan kita untuk menanam, meskipun seandainya kita tahu bahwa kiamat akan datang esok hari. Tidak hanya si penanam saja yang akan menerima manfaat dari hasil tanamannya, namun juga anak cucunya kelak.

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya.”
(HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

Dari hadis tersebut jelaslah bahwa kegiatan menanam bukan semata-mata dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dia seorang saja, melainkan sebagai sedekah atau kebaikan yang bernilai pahala.

 

Belajar dari Mas Agus, Petani Alpukat

Agus Riyadi, Sang inisiator Pusat Bibit dan Buah Alpukat (Pusbikat) sudah cukup dikenal masyarakat. Perjuangan yang ia lakukan kini telah membuahkan hasil. Membangun ekonomi masyarakat desa. Siapa sangka dari pemikiran sederhananya berpengaruh begitu luar biasa. Memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, membuka lowongan pekerja seluas-luasnya melalui pertanian khususnya alpukat.
Ia tidak hanya mengajarkan masyarakat untuk menanam alpukat. Namun ia juga mau membeli hasil kebun tersebut. “Dulu praktik ijon (sistem tebas) masih marak dilakukan oleh masyarakat. Saya tidak bisa menyalahkan begitu saja karena mereka terdesak oleh kebutuhan,” tutur Ketua Pusbikat, Agus Riyadi.

Sebagai solusinya, terang Agus, ia biasa memberikan pinjaman terlebih dahulu kepada masyarakat kemudian dibayar jika musim panen telah tiba. Dengan demikian masyarakat tidak dirugikan oleh permainan harga tengkulak.

Ada berbagai jenis buah alpukat yang telah ia kembangkan, misalnya Wina, merupakan produk unggulannya. Sebab satu buah beratnya bisa mencapai 2 kilo. Selain menyediakan buah, Agus juga menyediakan bibit untuk bisa dibeli oleh pengunjung. Pemberian nama pada buah aloukat diambil dari nama daerah dimana pohon itu tumbuh.

 

Menggalakkan Satu Rumah Satu Pohon Alpukat

Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS) bersama dengan masjid Al Huda Kuwon Minggu (15/1) lalu telah melakukan kunjungan ke perkebunan Alpukat di Baran, Bandungan, Ambarawa. Tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk belajar tentang budidaya buah Alpukat.

 

Ketua yayasan PARS sekaligus selakutakmir masjid Al Huda Kuwon berinisiatif untuk Menggalakkan gerakan satu rumah satu pohon alpukat. “Rencana kami akan melakukan gerakan menanam satu rumah satu pohon alpukat untuk jamaah masjid. Tujuannya agar mereka bisa memiliki yang ada nilai jualnya. Makanya beberapa orang kami ajak belajar kepada Mas Agus,” terangny

Saat ini Beliau tengah mengumpulkan para donatur agar dapat ikut mensukseskan gerakan satu rumah satu pohon alpukat. Insyaallah Ahad pekan depan pengajian Ahad Pagi akan mendatangkan baoak Agus sebagai pembicara.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.