Sukses adalah milik mereka yang mau berusaha. Itulah kata motivasi yang tertangkap dan selalu melekat dalam memori kami anak asuh PAnti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS). Pertemuan singkat yang membawa kami kepada indahnya masa depan, bahkan bagi kami yang tinggal di panti asuhan, yang tidak pernah membayangkan apa itu masa depan. Namun itu dulu, jauh sebelum kami berada di sini, di PARS dan jauh sebelum kami berjumpa dengan seorang mantan Rektor UNY.

Siapa sangka, ternyata Prof. Dr. Suyanto  bukanlah berasal dari keluarga kaya raya atau pun keluarga ningrat. Beliau sama seperti kami, hidup di desa dengan keterbatasan ekonomi. Namun,  berkat kegigihan dan kesungguhan Beliau dalam menggapai cita-cita,  “Kalian harus lebih sukses dari pada saya. Dulu saya makan dengan gaplek (nasi singkong),  bisa jadi wakil dosen dan rektor,  kalian yang gizinya sudah sangat terpenuhi,” begitu nasihat Beliau kepada seluruh anak asuh PA Rumah Sejahtera.

Bersama Prof. Dr. Suyanto, Ph.D., Mantan Rektor UNY
Bersama Prof. Dr. Suyanto, Ph.D., Mantan Rektor UNY

Sejak kecil sudah terbiasa hidup mandiri, untuk biaya sekolah dan kuliah pun ia harus mencari beasiswa. Beliau juga pernah menamatkan pendidikan doctoral di College of Education, Michigan State University, Amerika Serikat. Tentu itu sebuah prestasi luar biasa bagi anak desa. Dan semangat itulah yang harus kami contoh.

Pelajaran lain yang kami terima adalah sikap beliau yang selalu rendah hati. Meski sudah menjadi orang sukses dan berpangkat tinggi, namun beliau tetap sederhana baik dari tutur, penampilan, serta perilaku terhadap orang lain. Tidak sombong dan juga peduli.

Masih banyak hal lagi yang tidak bisa kami tulis di sini. Kami berharap masih ada pertemuan-pertemuan lain lagi dengan sang mantan Menteri Pendidikan Indonesia yang kini tengah disibukkan dengan jadwal seminar. Semoga pertemuan itu bukan untuk yang terakhir kalinya. Amiin. (winda sulistyorini)

4 KOMENTAR

    • Bukan, beliau Pak Kasino salah satu pengurus Panti Asuhan Rumah Sejahtera juga. Beliau ini yang dulu Mahasiswa nya Pak Prof. Dr. Suyanto.

      Terus mana Mbah Faizuz? Mbah Faizuz yang ambil foto itu tentu saja 🙂

  1. gaplek (bisa jadi) lebih baik dari nasi. terbukti dari testimoni pak prof. hhe
    semoga generasi nasi beras juga tidak kalah dengan generasi gaplek.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.