Keuangan 2018

0

Alhamdulilah, tahun 2018 telah berlalu. Seluruh kegiatan yang diprogramkan oleh LKSA/Panti Asuhan Rumah Sejahtera Ponjong dapat terlaksana sesuai visi dan misi yang ditetapkan. Ada satu program besar yang akhirnya belum dapat dilaksanakan, yaitu akreditasi kelembagaan oleh pemerintah.

Selain program pengasuhan, Rumah Sejahtera pada tahun 2018 dapat memulai kembali pembangunan sarana pergedungan. Selain pemulaian pembangunan yang nantinya direncanakan untuk dapur, ruang makan, ruang pertemuan, Rumah Sejahtera juga memulai meneruskan bangunan lantai II yang nantinya sebagai ganti atau tukar guling dengan TK/PAUD Aisyiyah Kuwon Ponjong.

Dari sisi pendanaan dan logistik, Alhamdulillah tidak mengalami divisit. Bahkan ada saldo. Lumbung beras abadi sampai saat ini yang berada di pihak II ada 3 ton. Beras dan nilainya  tersebut akan terambil atau terpakai apabila Rumah Sejahtera sudah benar-benar sangat membutuhkan. Sedangkan dalam pendanaan dapat tersaji di bawah.

Seluruh keluarga besar LKSA/Panti Asuhan Rumah Sejahtera Ponjong mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam bentuk apa pun demi keberlangsungan Rumah Sejahtera dengan semua programnya. Kami mohon maaf kepada pada muhsinin yang telah membantu, khususnya yang mengirimkan bantuan melalui rekening bank. Sampai saat ini kami belum dapat melaporkan by name, khususnya yang tidak jelas alamat pengirimnya. Terkadang kami ganti dengan nama  inisial Hamba Alla atau Abdullah. Namun, jumlah tersaldo pada setiap rekening selalu dapat kami laporkan.

Jazakumullah khairan jaza’

Tegur sapa, masukan, kritikan demi kebaikan masa depan Rumah Sejahtera sangat kami nantikan.

Panti iki  duwekku uga duwekmu. Mula ayo dijaga bareng amrih Gusti Allah paring ijabah lan ridha kanggo hanngayuh mulyaning uripe dhewe dunya lan akhirate”.

Keuangan Tahun 2018.

LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2018

 

Rumah Sejahtera dan Kemitraan

0

Panti Asuhan (LKSA) Rumah Sejahtera Ponjong sejak awal berdiri (2011) mencitakan dapat memberikan manfaat tidak hanya kepada anak asuh dalam asrama saja. Lebih dari itu, Rumah Sejahtera berharap dapat menjadi rumah besar  sehingga dapat menampung banyak orang dengan beragam permasalahan kehidupan. Sudah banyak yang dilakukan oleh Rumah sejahtera untuk ikut mensejahterakan para penerima manfaat.

Berbeda dengan panti pada umumnya, Rumah Sejahtera mencoba keluar dari kebiasaan yang diprogramkan dan dilakukan kebanyakan panti asuhan. Bahkan mungkin  sering dianggap sebagai panti yang nyeleh. Demikian, karena yang disantuni bukan hanya anak asuh, melainkan juga senagian kelurag anak asuh. Selain itu, Rumah Sejahtera juga mencoba memberikan manfaat dan mencarikan solusi pelbagai masalah kehidupan masyarakat sekitarnya. Terutama yang terkait dengan ekonomi.

Awal tahun 2019 ini Rumah Sejahtera mencoba melakuka aksi lagi. Yaitu membuka kemitraan budidaya alpokat kepada masyarakt sekitar.  Pihak Rumah Sejahtera menyediakan bibit, obat, dan rabuk untuk dibagikan kepada masyarakat. Agar tepat budidayanya, masyarakat pun mendapat pelatihan budidaya dari PUSBIKAT (Pusat Bibit Alpukat) Ambarawa, Semarang. Pengetahuan sebelum memulai budidaya diharapkan menjadi bekal para petani yang bermitra maupun kepada masyarakat umum.

Masyarakat yang memenuhi persyaratan bermitra dapat mengajukan permohonan kepada Rumah Sejahtera. Pesrsyaratan tersebut antara lain adanya lahan, ada air untuk pengairan, dan adanya kesungguhan. Untuk tahap awal ini Rumah Sejahtera membagikan 200-an bibit alpukat kepada 10 orang. Sehingga rata-rata yang dimitrakan 20 bibit per orang. Diaantara ketentuan kemitraan adalah dilarangnya petani menjual alpkat kepada selain Rumah Sejahtera. Hal ini diharapkan agar tidak ada rusaknya harga karena nakalnya para tengkulak. Rumah Sejahtera lah yang nantinya menjadi distribusi tungga dalam memasarkan alpukat tersebut. Hasiknya dibagi dua antara pihak Rumah Sejahtera degan oetani yang bermitra.

Dengan adanya kemitraan ini diharapkan prisip simbiosis mutualis akan tercipta. Masyarakat meningkat tingkat ekonominya. Demikian pula Rumah Sejahtera akan mendapat masukan rupiah dari kemitraan ini. Setalah nantinya da evaluasi, dan dari hasil evaluasi ternyata positif, maka Rumah Sejahtera akan membuka kemitraan baru.

Makan Durian Bersama

0

 

Makan durian bersama
Makan durian bersama

Ponjong — Bisa menikmati rezeki yang Allah berikan bersama-sama adalah anugerah yang luar biasa. Sedikit atau banyak tidak jadi masalah bagi para penghuni Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS). Musim durian tahun ini untuk pertama kalinya menikmati. Meski hujan deras dan mati lampu, tidak mengurangi kenikmatannya.

Kebiasaan makan bersama menjadi tradisi di PARS. “Saya belikan durian 8 buah agar anak-anak dapat menikmati durian. Ada beberapa anak baru belum pernah makan durian sama sekali, jadi walaupun satu anak hanya dapat makan sedikit, mereka bisa tahu bagaimana rasa durian yang sebenarnya,” ujar Salah satu pengasuh PARS, Istikomah.
Memberikan pengalaman baru, kata Istikomah merupakan hal yang penting walaupun itu sederhana. Ia juga berharap dapat membelikan anak-anak durian lagi. Bagi anak asuh, bisa makan buah durian adalah hal yang istimewa.

Pembagian 600 Bibit Alpukat Jamaah PAP

0
Pembagian bibit Alpukat kepada Jamaah Pengajian Ahad Pagi yang diadakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sektor Ponjong Timur (27/1) di Masjid Al Huda
Pembagian bibit Alpukat kepada Jamaah Pengajian Ahad Pagi yang diadakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sektor Ponjong Timur (27/1) di Masjid Al Huda

Ponjong — Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi alternatif dakwah bagi ummat Islam. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sektor Ponjong Timur dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut menggerakkan satu jamaah satu pohon.
Ketua PRM Sektor Ponjong Timur, Faizuz Sa’bani mendatangkan 600 pohon alpukat. “Meski kelihatannya sepele, namun ke depan jamaah akan merasakan manfaat dari menanam pohon alpukat ini. Satu jamaah yang hadir dalam Pengajian Ahad Pagi (PAP) kita beri satu pohon. Sehingga tiga tahun ke depan mereka akan memanen apa yang hari ini ditanam,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, program menanam alpukat ini akn terus dikembangkan. Tidak hanya sebatas memberikan bibit saja namun kita juga melakukan pendampingan hingga pada tahap pemasaran.
Setidaknya, kata Faizuz, Ada dua program yang akan dijalankan. Pertama setiap jamaan mendapatkan bibit secara cuma-cuma. Yang ke dua yaitu kemitraan. Khusus kemitraan bibit didatangkan dari Pusat Bibit dan Buah Alpukat Ambarawa. Adapun bentuk kemitraannya jamaah yang memenuhi syarat (memiliki lahan dan air) akan diberi bibit, kemudian hasil panen dibagi dengan sistem bagi hasil.

Terimakasih Donatur, Pogram Poster Kayu Terealisasi

0

Ponjong — Salah satu program dari Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS) yaitu pembuatan poster kayu sudah terealisasi. Kegiatan ini dapat terwujud berkat bantuan dari para donatur.
Ada 16 poster yang sudah dicetak akan dipasang di dinding ruangan PARS. “Dengan adanya program pembuatan poster motivasi ini diharapkan anak asuh semakin termotivasi dan dapat istiqomah dalam kebaikan,” terang Salah satu pengasuh, Alfis Khoirul.
Program ini, lanjutnya, tidak dapat terwujud tanpa adanya bantuan dari para donatur. Ia mengucapkan rasa terimakasih serta doa kebaikan bagi donatur.

Senam Lansia : Lansia Sehat, Lansia Bahagia

0
Senam Lansia Jamaah Husnul Khotimah di Majis Al Huda Kuwon (26/1) dipandu oleh Istikhanah dan Tupiyati
Senam Lansia Jamaah Husnul Khotimah di Majis Al Huda Kuwon (26/1) dipandu oleh Istikhanah dan Tupiyati

Ponjong–100 lansia yang tergabung dalam jamaah Khusnul Khotimah mengikuti kegiatan senam bersama di Halaman Masjid Al-Huda (26/1). Pada senam kali ini dipandu oleh Istikhanah dan Tupiyati.

Belajar Menanam Alpukat untuk Ummat

0

Perintah Menanam dalam Islam

Faizuz Sa'bani bersama jamaah Masjid Al Huda tengah melakukan kunjungan ke Pusat Bibit dan Buah Alpukat di Ambarawa
Faizuz Sa’bani bersama jamaah Masjid Al Huda tengah melakukan kunjungan ke Pusat Bibit dan Buah Alpukat di Ambarawa

Bertani merupakan sebuah kegiatan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Bahkan Rasulullah tetap menganjurkan kita untuk menanam, meskipun seandainya kita tahu bahwa kiamat akan datang esok hari. Tidak hanya si penanam saja yang akan menerima manfaat dari hasil tanamannya, namun juga anak cucunya kelak.

TEPAK dan Penyerahan Bantuan TASA Dana Dekon 2018

0
penerima bantuan TASA DANA DEKON 2018

Ponjong (LKSA Rumah Sejahtera)- Setiap Anak Indonesia berhak atas hak-hak dasarnya yang perlu diketahui oleh orang tua, saudara, tetangga dan orang lain di sekitarnya. Pengertian anak di sini adalah anak yang memiliki umur di bawah 18 tahun termasuk pula janin yang masih berada di dalam kandungan.

Demikian yang diungkapkan Nurhayati, S.Sos.I (Sakti Peksos Dinsos Gunungkidul), kepada anak asuh beserta wali asuh di Gunung Tan Omah (GTO), Kuwon, Ponjong, Gunungkidul Ahad (02/12), dalam rangka Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) yang merupakan program kegiatan yang harus dilaksanakan oleh LKSA penerima bantuan dana tabungan sosial anak (TASA) dan dekon 2018. “Anak-anak juga sering jadi sasaran dari lingkungan yang buruk, seperti narkoba, pornografi, dan pergaulan bebas. Saya menghimbau orangtua untuk berjuang mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tandasnya.

penerima TASA Dana Dekon 2018 (anak asuh dalam)

TEPAK merupakan acara yang dikemas untuk menguatkan kapasitas anak asuh luar dan anak asuh dalam beserta orang tua atau wali asuh agar hubungan di antara pihak terkait semakin erat dan bersinergis. TEPAK kali dihadiri oleh beberapa pengasuh PA Rumah Sejahtera, 20 orang anak penerima bantuan TASA Dekon 2018 beserta walinya. Dari 20 anak tersebut, terdapat 8 anak asuh dalam PA Rumah Sejahtera dan 12 anak asuh luar PA Rumah Sejahtera. Pemanfaatan bantuan ini seperti dalam petunjuk teknis  dan petunjuk pelaksanaan bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti : permakanan / gizi, pakaian, perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi, juga bisa digunakan untuk pemenuhan hak dasar anak : aksesibilitas pemenuhan hak sipil anak (akta kelahiran), akses kesehatan (biaya transportasi ke layanan kesehatan), akses pendidikan (biaya transport ke layanan pendidikan / transport anak untuk bertemu keluarga), aksesibilitas pendampingan hukum dan untuk kegiatan TEPAK.

Penerima bantuan TASA Dana Dekon 2018 (anak asuh luar)

Tentang empat hak dasar anak itu, Nurhayati menjelaskan, hak-hak anak merupakan hak asasi manusia. Hak-hak anak menjamin hak asasi anak. Semua orang harus tahu bahwa anak-anak di mana pun di dunia memiliki sejumlah hak yang sudah diakui dunia. Hak itu menjadi dasar agar anak mendapat perubahan kehidupan yang lebih baik.

 

 

Keempat hak dasar anak itu adalah hak hidup. Misalnya, anak berhak terhadap kasih sayang orangtuanya, ASI eksklusif, dan akta kelahiran. Kemudian, hak tumbuh kembang, misalnya hak terhadap pendidikan yang layak, istirahat, makan makanan yang bergizi, tidur atau istirahat, belajar, dan bermain. Selanjutnya hak perlindungan. Contohnya dilindungi dari kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual, tindak kriminal, dan dilindungi dari keharusan bekerja seperti orang dewasa. Terakhir, hak berpartisipasi. Misalnya, hak untuk menyampaikan pendapat, punya suara dalam musyawarah keluarga, punya hak berkeluh kesah, dan memilih pendidikan sesuai minat dan bakat.

Arum Rohayati, S.Psi.Psi, Psikolog sekaligus pengasuh PA Rumah Sejahtera kepada wali anak asuh sempat berbagi pengalaman “Anak-anak harus diberi kesempatan berpendapat. Kita sebagai orangtua jangan memaksakan keinginan kita. Orangtua harus kembali ke porsi sebagai orangtua, menjadi pendamping. Kita bisa mengarahkan, mereka sendiri yang menata masa depan,” ujarnya.

Semarak Milad Muhammadiyah, Ini Kegiatan PARS

0

 

PONJONG–Genap 106 tahun sudah Muhammadiyah berdiri. Semangat membangun bangsa sudah ditanamkan oleh sang pendiri, KH Ahmad Dahlan. Spirit yang akan terus tertanam bagi warga Muhammadiyah di seluruh pelosok negeri, tak terkecuali anak asuh di Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS). Berbagai rangkaian acara dilaksanakan.

Prestasi Anak PARS dalam OlympicAD Semarak Milad Muhammadiyah ke-106

0

Wonosari- LKSA Panti Asuhan Rumah Sejahtera (15 November 2018) Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, segala puji hanya milik Allah yang telah memberi banyak nikmat kepada setiap hamba-Nya. Karenya, sebaik-baik hamba ialah ia yang selalu memanfaatkan waktunya dalam hal kebaikan.

Dalam rangka Semarak Milad Muhammadiyah ke-106, serangkaian acara yang diagendakan diantaranya adalah lomba OlympicAD yang diselenggarakan oleh PDM Gunungkidul. Lomba tersebut dimeriahkan oleh seluruh civitas akademik (umum) mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. Adapun kategori yang dilombakan antara lain : CCA, Matematika, IPA, Tapak Suci, News Reading, ISMU In English, ISMU In Arabic, Kaligrafi, MHQ, MTQ.

Dari 9 anak yang diajukan untuk mengikuti lomba mewakili MTs Muhammadiyah Ponjong, terdapat anak asuh PA Rumah Sejahtera. Sebanyak 5 orang anak asuh (Amelia Putri Merantika, Fatkhia Nur Anisa Fitri, Anggita Nur Rahmadani, Eka Putri Maharani, dan Intan Fadhila Oktavia) mendapat kesempatan mewakili sekolahnya untuk berkontribusi dalam lomba OlympicAD tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Wonosari.

Anggita, saat pelaksanaan lomba MTQ

Alhamdulillah berkat kesungguhan dan bimbingan dari Bapak/Ibu Guru, MTs Muhammadiyah Ponjong berhasil meraih 6 kejuaraan dengan hasil yang memuaskan. 4 (empat) di antaranya diraih oleh anak asuh PA Rumah Sejahtera, yaitu :

1. Amelia Putri Merantika (VIII), juara 2 cabang ISMU In Arabic
2. Fatkhia Nur Anisa Fitri (VIII), juara 3 cabang MHQ
3. Anggita Nur Rahmadani (VII), juara 3 cabang MTQ
4. Eka Putri Maharani (VIII), juara 2 cabang IPA.

Semoga dengan apa yang telah diraih dapat memberikan pelajaran yang positif dan memotivasi bagi anak asuh lainnya agar semakin giat belajar.

“Disini, aku mengukir prestasi untuk masa depan yang berarti”.