TEPAK dan Penyerahan Bantuan TASA Dana Dekon 2018

0
penerima bantuan TASA DANA DEKON 2018

Ponjong (LKSA Rumah Sejahtera)- Setiap Anak Indonesia berhak atas hak-hak dasarnya yang perlu diketahui oleh orang tua, saudara, tetangga dan orang lain di sekitarnya. Pengertian anak di sini adalah anak yang memiliki umur di bawah 18 tahun termasuk pula janin yang masih berada di dalam kandungan.

Demikian yang diungkapkan Nurhayati, S.Sos.I (Sakti Peksos Dinsos Gunungkidul), kepada anak asuh beserta wali asuh di Gunung Tan Omah (GTO), Kuwon, Ponjong, Gunungkidul Ahad (02/12), dalam rangka Temu Penguatan Anak dan Keluarga (TEPAK) yang merupakan program kegiatan yang harus dilaksanakan oleh LKSA penerima bantuan dana tabungan sosial anak (TASA) dan dekon 2018. “Anak-anak juga sering jadi sasaran dari lingkungan yang buruk, seperti narkoba, pornografi, dan pergaulan bebas. Saya menghimbau orangtua untuk berjuang mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tandasnya.

penerima TASA Dana Dekon 2018 (anak asuh dalam)

TEPAK merupakan acara yang dikemas untuk menguatkan kapasitas anak asuh luar dan anak asuh dalam beserta orang tua atau wali asuh agar hubungan di antara pihak terkait semakin erat dan bersinergis. TEPAK kali dihadiri oleh beberapa pengasuh PA Rumah Sejahtera, 20 orang anak penerima bantuan TASA Dekon 2018 beserta walinya. Dari 20 anak tersebut, terdapat 8 anak asuh dalam PA Rumah Sejahtera dan 12 anak asuh luar PA Rumah Sejahtera. Pemanfaatan bantuan ini seperti dalam petunjuk teknis  dan petunjuk pelaksanaan bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti : permakanan / gizi, pakaian, perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi, juga bisa digunakan untuk pemenuhan hak dasar anak : aksesibilitas pemenuhan hak sipil anak (akta kelahiran), akses kesehatan (biaya transportasi ke layanan kesehatan), akses pendidikan (biaya transport ke layanan pendidikan / transport anak untuk bertemu keluarga), aksesibilitas pendampingan hukum dan untuk kegiatan TEPAK.

Penerima bantuan TASA Dana Dekon 2018 (anak asuh luar)

Tentang empat hak dasar anak itu, Nurhayati menjelaskan, hak-hak anak merupakan hak asasi manusia. Hak-hak anak menjamin hak asasi anak. Semua orang harus tahu bahwa anak-anak di mana pun di dunia memiliki sejumlah hak yang sudah diakui dunia. Hak itu menjadi dasar agar anak mendapat perubahan kehidupan yang lebih baik.

 

 

Keempat hak dasar anak itu adalah hak hidup. Misalnya, anak berhak terhadap kasih sayang orangtuanya, ASI eksklusif, dan akta kelahiran. Kemudian, hak tumbuh kembang, misalnya hak terhadap pendidikan yang layak, istirahat, makan makanan yang bergizi, tidur atau istirahat, belajar, dan bermain. Selanjutnya hak perlindungan. Contohnya dilindungi dari kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual, tindak kriminal, dan dilindungi dari keharusan bekerja seperti orang dewasa. Terakhir, hak berpartisipasi. Misalnya, hak untuk menyampaikan pendapat, punya suara dalam musyawarah keluarga, punya hak berkeluh kesah, dan memilih pendidikan sesuai minat dan bakat.

Arum Rohayati, S.Psi.Psi, Psikolog sekaligus pengasuh PA Rumah Sejahtera kepada wali anak asuh sempat berbagi pengalaman “Anak-anak harus diberi kesempatan berpendapat. Kita sebagai orangtua jangan memaksakan keinginan kita. Orangtua harus kembali ke porsi sebagai orangtua, menjadi pendamping. Kita bisa mengarahkan, mereka sendiri yang menata masa depan,” ujarnya.

Semarak Milad Muhammadiyah, Ini Kegiatan PARS

0

 

PONJONG–Genap 106 tahun sudah Muhammadiyah berdiri. Semangat membangun bangsa sudah ditanamkan oleh sang pendiri, KH Ahmad Dahlan. Spirit yang akan terus tertanam bagi warga Muhammadiyah di seluruh pelosok negeri, tak terkecuali anak asuh di Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS). Berbagai rangkaian acara dilaksanakan.

Prestasi Anak PARS dalam OlympicAD Semarak Milad Muhammadiyah ke-106

0

Wonosari- LKSA Panti Asuhan Rumah Sejahtera (15 November 2018) Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, segala puji hanya milik Allah yang telah memberi banyak nikmat kepada setiap hamba-Nya. Karenya, sebaik-baik hamba ialah ia yang selalu memanfaatkan waktunya dalam hal kebaikan.

Dalam rangka Semarak Milad Muhammadiyah ke-106, serangkaian acara yang diagendakan diantaranya adalah lomba OlympicAD yang diselenggarakan oleh PDM Gunungkidul. Lomba tersebut dimeriahkan oleh seluruh civitas akademik (umum) mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK. Adapun kategori yang dilombakan antara lain : CCA, Matematika, IPA, Tapak Suci, News Reading, ISMU In English, ISMU In Arabic, Kaligrafi, MHQ, MTQ.

Dari 9 anak yang diajukan untuk mengikuti lomba mewakili MTs Muhammadiyah Ponjong, terdapat anak asuh PA Rumah Sejahtera. Sebanyak 5 orang anak asuh (Amelia Putri Merantika, Fatkhia Nur Anisa Fitri, Anggita Nur Rahmadani, Eka Putri Maharani, dan Intan Fadhila Oktavia) mendapat kesempatan mewakili sekolahnya untuk berkontribusi dalam lomba OlympicAD tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Wonosari.

Anggita, saat pelaksanaan lomba MTQ

Alhamdulillah berkat kesungguhan dan bimbingan dari Bapak/Ibu Guru, MTs Muhammadiyah Ponjong berhasil meraih 6 kejuaraan dengan hasil yang memuaskan. 4 (empat) di antaranya diraih oleh anak asuh PA Rumah Sejahtera, yaitu :

1. Amelia Putri Merantika (VIII), juara 2 cabang ISMU In Arabic
2. Fatkhia Nur Anisa Fitri (VIII), juara 3 cabang MHQ
3. Anggita Nur Rahmadani (VII), juara 3 cabang MTQ
4. Eka Putri Maharani (VIII), juara 2 cabang IPA.

Semoga dengan apa yang telah diraih dapat memberikan pelajaran yang positif dan memotivasi bagi anak asuh lainnya agar semakin giat belajar.

“Disini, aku mengukir prestasi untuk masa depan yang berarti”.

Edukasi Perawatan Gigi Bersama IDGAI

0
foto bersama beberapa dokter usai pemeriksaan

Ponjong (LKSA Rumah Sejahtera)- Alhamdulillahirabbil’aalamiin, segala puji hanya milik Allah pencipta seluruh alam. Atas segala nikmat yang diberikan oleh-Nya, tak henti-hentinya kami mengucap syukur atas karunia iman, islam, dan kesehatan sehingga kami masih bisa menjalankan kewajiban sebagai hamba-Nya.

Jum’at (09 November 2018), 23 orang anak asuh LKSA Panti Asuhan Rumah Sejahtera menghadiri undangan dalam rangka bakti sosial yang diadakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (Pengda IDGAI DIY-Jateng) yang bekerjasama dengan Majelis Sosial PDA Yogyakarta di Hotel JW. Marriott (Jl. Ringroad Utara, Kaliwaru, Condongcatur, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta 55283).

perjalanan menuju hotel

Karena mengalami kemacetan dalam perjalanan, rombongan baru sampai lokasi pukul 15:20 WIB. Sesampainya di hotel, kami terlebih dahulu melaksanakan sholat ashar berjama’ah di lantai 1. Setelah sholat, kami menuju lantai 2 tempat diadakannya kegiatan bakti sosial. Sampai di lantai 2, kami diarahkan oleh panitia untuk masuk ke ruangan dan duduk di kursi yang telah disiapkan. Tidak lama kemudian, para dokter yang bertugas langsung mendatangi anak asuh dan memulai pemeriksaan gigi.

proses pemeriksaan gigi dan pemberian edukasi

Sebelum dilakukan tindakan, anak-anak diajak mengobrol sambil diberi edukasi dalam perawatan gigi yang baik dan benar. Di antaranya adalah waktu menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Kemudian juga dipraktekkan cara menyikat gigi yang benar. Dengan adanya edukasi seperti ini, anak asuh menjadi paham mengenai cara merawat gigi agar tetap sehat. Setelah berdialog, anak asuh langsung diperiksa dan diberi obat oles. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui ada gigi yang berlubang, oleh dokter yang melakukan pemeriksaan disarankan untuk segera dilakukan penambalan.

Kurang lebih ada 150 anak yang menghadiri acara tersebut, sehingga pukul 16:30 WIB kegiatan pemeriksaan gigi baru selesai dilakukan. Kesimpulannya adalah agar memiliki gigi yang sehat dan kuat, cukup dengan menggosok gigi minimal 3x sehari (pagi, sore, malam sebelum tidur).

25 Anak Menerima Pentasarufan Dana Dari Baznas

0
25 anak PARS mendapat santunan dari Baznas

Ponjong-(PA.Rumah Sejahtera), Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita sehingga kita masih bisa beribadah dan menjalani aktifitas sehari-hari.

Pada kesempatan kali ini, Rabu (07/11/2018) LKSA PA Rumah Sejahtera mendapat undangan untuk menghadiri acara yang diselenggarakan oleh BAZNAS di Bangsal Sewoko Projo dalam rangka pentasarufan bantuan anak yatim, dhuafa, difabel dan bedah surau.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekda Kab Gunungkidul (mewakili Bupati Gunungkidul), Ketua BAZNAS DIY, dan pejabat BAZNAS Gunungkidul. Lebih dari 300 anak yang menghadiri acara tersebut, mereka berasal dari Panti Asuhan dan Pondok Pesantren yang berada di Gunungkidul. Rangkaian acara dibuat sederhana namun tetap berkesan bagi anak-anak yang datang. Di awal sesi, ada motivator lucu yang memberikan nasihat dibarengi dengan aksi yang lucu dan unik sehingga membuat anak-anak sangat antusias untuk mendengarkan. Inti dari nasihat yang diberikan adalah bahwa sebagai anak muda harus bisa menjadi generasi penerus bangsa yang qur’ani, berbudi pekerti, dan memiliki aqidah yang kuat. Tentunya semua itu bisa tercapai jika kita terus rajin belajar disertai ibadah dan berdoa kepada Allah.

Kemudian, Ketua BAZNAS DIY juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi dan memberikan wejangan kepada semua anak agar selalu memanfaatkan waktu untuk belajar dan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Beliau juga memberikan penjelasan bahwa dana yang digunakan untuk acara tersebut berasal dari para muzakki yang menitipkan zakat mal kepada BAZNAS, yang kemudian disalurkan kembali kepada yang membutuhkan.

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (Qs. Al Baqarah: 219)

Tuna Seberat 25 KG Mau dimasak Apa ya?

0

Ponjong — Alhamdulillah puji syukur selalu kami panjatkan kepada Allah. Lagi lagi rejeki berdatangan kepada kami tiada henti. Allah selalu punya banyak cara untuk memberi rejeki kepada hambaNya.

Benar Benar Taman Impian

0

Ponjong — Rasa bahagian dirasakan oleh Asuh Panti Asuhan Rumah Sejahtera, saat tahu bahwa mereka hendak berkunjung ke Jakarta. Berbagai wahana permainan sudah tergambar di benak mereka.

Pondok Seruni, Keluarga Baru Kami

0
Keluarga Pondok Seruni berfoto bersama keluarga PARS
Keluarga Pondok Seruni berfoto bersama keluarga PARS

PONJONG– Berkunjung ke Jakarta merupakan sebuah pengalaman luar biasa bagi anak asuh Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS). Bayangan tentang indahnya kota metropolitan sudah tergambar jelas sejak pengasuh PARS, Faizuz Sa’bani mengumumkan kepada anak asuh perihal rencana rihlah tersebut.

200 Paket Untuk Para Pemburu Subuh

0
Pembagian paket sembako dan alat sholat untuk jamaah Masjid Al Huda yang sholat jamaah di masjid. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara PARS dengan MT Husnul Khatimah (11/9)

Ponjong — Sungguh beruntung orang yang dapat melaksanakan sholat subuh secara berjamaah di masjid. “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 65)
Hadist tersebut menggambarkan betapa istimewa waktu subuh. Ada balasan yang luar biasa dari Allah. Subuh ini, para jamaah masjid Al Huda mendapat rejeki tak terduga. Bagaimana tidak, memburu subuh semata untuk mengejar keridhaan Allah, namun siapa sangka justru mendapatkan paket sembako dan alat sholat. “Ada 200 paket yang kami bagikan. Sengaja mengambil waktu subuh, agar jamaah semakin semangat untuk mendirikan sholat subuh di masjid,” terang Pengasuh Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS), Faizuz Sa’bani (11/9).
200 paket yang dibagikan, lanjut Faizuz, berisi sembako dan alat sholat. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara PARS dengan Majelis Taklim (MT) Khusnul Khatimah Jakarta.

Kegiatan ini sudah rutin dilakukan oleh MT Khusnul Khatimah. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di sini (Jamaah Masjid Al Huda),” Ujar Ketua MT Husnul Khatimah, Sri.

Jamaah MT Husnul Khatimah merasa senang dengan sambutan yang diberikan oleh keluarga PARS. “Anaknya baik baik, makanannya juga enak enak. saya sangat senang dengan sambutannya,” tutur salah satu jamaah MT Husnul Khatimah, Riri.
Harapannya kegiatan ini terus berlanjut, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. (Winda)

Tradisi Gayeng, Nyate Bareng

0
Anak Asuh PARS melakukan tradisi gayeng nyate bareng di komplek Asrama (22/8). Setiap kelompok terdiri dari tujuh anak dengan rata rata 50 tusuk setiap kelompoknya
Anak Asuh PARS melakukan tradisi gayeng nyate bareng di komplek Asrama (22/8). Setiap kelompok terdiri dari tujuh anak dengan rata rata 50 tusuk setiap kelompoknya

PONJONG– Sudah menjadi tradisi di Panti Asuhan Rumah Sejahtera (PARS) setiap hari raya Idhul Adha selalu nyate bersama. Momen tersebut menjadi istimewa, karena hanya terjadi di Bulan Dhulhijjah saja. Pada kegiatan ini, anak asuh dibagi dalam beberapa kelompok. Tujuannya untuk efisiensi waktu agar tidak terlalu lama.
Pada kegiatan nyate bareng kali ini, anak asuh dibagi dalam kelompok. “Kami bagi menjadi delapan kelompok. Yang nggak mau daging kambing kami jadikan satu kelompok kemudian diberi jatah daging sapi untuk diolah sendiri,” terang Ketua Asrama PARS, Endah (22/8).
Delapan kelompok tersebut, kata Endah, dua tidak suka daging kambing dam satu khusus kelompok kelas 12 atau 3 SMA. Satu kelompok terdiri dari tujuh anak asuh dengan rata rata 50 tusuk perkelompok. Kegiatan nyate bareng ini, dipandu oleh para ustadz yakni Alfis, Eros, Zakaria, Dani, serta Ipul.
Meskipun melewati hari raya idhul adha tanpa keluarga, namun mereka tetap gembira. “Ini baru pertama kali lebaran jauh dari orang tua. Sedih sih, tapi di sini juga seru karena kita nyate bareng,” tutur salah satu anak asuh PARS, Ina.
Selain nyate bareng anak asuh, rangkaian acara perayaan idhul adha akan dilanjutkan nyate bareng khusus pengurus PARS, kemudian makan bersama jamaah masjid Al Huda Kuwon yang terletak di komplek PARS. (winda)

Anak Asuh PARS melakukan tradisi gayeng nyate bareng di komplek Asrama (22/8). Setiap kelompok terdiri dari tujuh anak dengan rata rata 50 tusuk setiap kelompoknya
Anak Asuh PARS melakukan tradisi gayeng nyate bareng di taman (22/8). Setiap kelompok terdiri dari tujuh anak dengan rata rata 50 tusuk setiap kelompoknya