Izin Operasional

Selama hampir tiga tahun keberadaan Panti Asuhan Rumah Sejahtera Ponjong melakukan penyantunan. Penyantunan kepada anak asuh yang terasrama maupun anak asuh yang tidak/belum terasrama. Selain santunan kepada anak asuh, panti juga melakukan berbagai kegiatan yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

Setelah menunggu satu tahun, dengan berbagai usaha untuk mendapat izin operasional dari dinas terkait, baik dari tingkat propinsi maupun kabupaten, akhirnya  terbit juga. Tertanggal 1 Mei 2013, Panti Asuhan mendapat izin operasional sebagai Lembaga  Sosial. SK Izin operasional tersebt dikeluarkan oleh Dunas Sosial,Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Gunungkidul.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kompetensi Anak Asuh

Satu diantara tujuan Panti Asuhan Rumah Sejahtera Ponjong adalah kemandirian anak asuh. Anak asuh tidak hanya mendapat pendidikan formal yang lebih banyak ke arah akademisnya, yang lebih mengedepankan IQ. Namun, anak asuh juga mendapat pendidikan yang mengarahkan kepada kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan social (SQ), dan life skill.   Hal tersebut didasari oleh kenyataan yang ada, bahwa produk pendidikan (baca sekolah) masih lebiH mengedepankan kecerdasan kognitif. Dalam tataran kenyataan hidup kelak di masyarakat, untuk dapat mendiri ternyata anak asuh juga membutuhkan kecerdasan yang lain.

Berbagai kegiatan yang diadakan pun tidak terlepas untuk mewujudkan tujuan tersebut. Agar pada saatnya  punya kepedulian social,sengaja anak asuh dilibatkan dengan berbagai kegiatan social di tengah masyarakat: kerja bakti, bersih lingkungan, karang taruna, maupun kegiatan Remaja Masjid (ARIA). Pada saat tertentu anak asuh kita ajak untuk kunjung warga dengan berbagi kasih.

Anak asuh juga mendapat pelatihan kewirausahaan. Mulai dikenalkan berbagai usaha, analisa usaha, sampai produksi, dan pemasaran.  Suatu ketika anak asuh disediakan makanan kecil maupun alat sekolah (buku, tinta, pensil, dll) dengan kita jelaskan harga belinya. Anak asuh diajari  menentukan pemasarannya. Ternyata sangat kelihatan anak asuh punya bakat dagang dan yang tidak.

 

Lomba Masak

Untuk meningkatkan keterampilan masak dan menumbuhkan jiwa kompetisi, Panti Asuhan Rumah Sejahtera mengadakan lomba masak bagi anak  asuh. Lomba masak dengan bahan baku daging sapi ini diadakan secara kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari tiga anak asuh.

Masing-masing kelompok diberi waktu 3 menit untuk mendiskusikan jenis masakan, dan 3 menit mengambil bahan baku. Setelah itu sudah tidak boleh lagi mengambil bahan atau menambah sendiri.

Untuk menghasilkan masakan siap saji, masing-masing kelompok diberi waktu 45 menit. Dalam penyajian hasil masakan, masing-masing kelompok harus menyebutkan nama masakan dan bahan-bahannya.

Masakan terbaik menurut yuri, Ibu Istikanah, Ibu Istiqomah, dan Ibu Siti Amronah adalah kelompok II. Kelompok yang terdiri dari Qusnul, Azim, dan Susi ini menampilkan sup.

Berlatih Sabar dengan Merenda

Sabar, kata yang pendek dan mudah diucapkan. Namun ternyata tidak gampang direalisasikan.  Sabar, kata yang bila telah menjadi sifat, sangat berpengaruh dalam kehidupan. Sabar, kata yang sangat disukai oleh Allah. Dan Sabar, kata segala kunci akhir permasalahan.

Belajar Merenda untuk menghasilkan Karya Nyata

Belajar Merenda untuk menghasilkan Karya Nyata

Sabar selalu ditanamkan kepada anak asuh Panti Asuhan Rumah Sejahtera. Tidak hanya sabar dalam menghadapi cobaan hidup, tetapi juga sabar dalam menikmati anugerah Allah. Satu di antara sarana melatih sabar, anak asuh dilatih merenda. Diharapkan seluruh anak asuh tekun dan tidak mudah patah semangat dalam meraih cita-cita. Dan menurut ibu asuh, Istikomah, bila anak asuh nanti telaten, tekun, dan sabar dalam berlatih merenda, Insya Allah kelak akan banyak manfaatnya

Berkebun Tebu

Alhamdulillah, Panti Asuhan Rumah Sejahtera Ponjong, Gunungkidul pada tahun 2012 ini mendapat kepercayaan untuk mendapatkan program LM3 dari pemerintah melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul. LM3 tahun ini terkait dengan penanaman tebu, PA Rumah sejahtera mendapat jatah pengelolaan untuk 2 hektar.

Bersama dengan pengasuh, anak asuh menanam tebuKepala Dinas Kehitanan dan Perkebunan Gunungkidul, Ir. Hj. Anik berharap agar program LM3 ini dijalankan sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskan. Hal tersebut di sampaikan pada saat  penjelasan teknis pelaksanaan LM3 di kantor Dinhutbun.

Karena ini pengalaman pertama, pihak PA Rumah Sejahtera pun berharap bimbingan dari Dishutbun Gunungkidul. Bila pelaksanaan LM3 tahun ini berhasil, diharapkan akan dapat pengembangan pada tahun berikutnya. Program LM3 ini, meski melalaui panti asuhan, namun diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar panti asuhan. Maka sejak olah tanah sampai proses penanam, anak asuh banyak terlibat secara berasama dengan masyarakat sekitar.

Pada peninjaun lahan hasil tanam Desember 2012 yang lalu, pihak Dinas berharap agar tanaman selalu diperhatikan. Proses pembersihan rumput maupun pemupukan dilakukan secara tepat sesuai progra,

Semoga pengalaman pertama ini akan berlanjut dengan peningkatan perluasan lahan maupun jenis kegiatan lain.

Outbond Muharram 1434

Anak asuh Panti Rumah Sejahtera Outbond Muharam 1434Mengisi liburan 1434 H Panti Asuhan  Rumah Sejahtera Ponjong mengadakan Outbond.  Kegiatan yang dilakanakan tepat tanggal 1 Muharram 1434 H tersebut diadakan di Desa Wisata Jelok, Beji, Pathuk, Gunungkidul.  Pihak panti kerja sama dengan pengelola Desa Wisata, sehingga pelaksanaan seluruh  kegiatan diserahkan dan dipandu pengelola Desa Wisata

Selain  untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, outbond kali ini juga dimaksudkan agar anak asuh memiliki rasa percaya diri dalam menatap masa depan. Seiring dengan tujuan tersebut, materi  outbondnya pun diarahkan  untuk meraih tujuan tersebut.  Seluruh anak asuh mengikuti seluruh kegiatan dengan penuh kegembiraan.

 

Panti Asuhan Rumah Sejahtera terus meningkatkan pelaanan pengasuhan terhadap anak asuh. 20 anak asuh dengan berbagai latar sebab tersebut, selalu disuport untuk selalu percaya diri menatap dan meraih masa depan.

Sebagimana disampaikan Ibu asuh, Istikomah,   “Yang peling sulit membangkitkan semangat untuk percaya diri, bahwa seluruh anak punya hak meraih masa depan yang baik”.

Memang rata-rata anak asuh panti asuhan  mengalami keminderan yang disebabkan pengalaman hidup sebelum di panti asuhan

Pembuatan Sumur

Kebutuhan mendesak untuk  panti asuhan Rumah Sejahtera Ponjong adalah tersedia sumur. Selama ini kebutuhan air tercukupi dari PAM. Ternyata biaya yang harus dikeluarkan lumayan banyak. Pilihan selanjutnya membuat sumur.  Biaya untuk pengeboran sampai tersedianya air bersih Rp 12 juta.

Rencananya penggalian sekitar 80m. Hal tersebut diharapkan kualitas  air lebih baik dari pada air PAM. Ternyata kedalaman 35m saja air sudah tidak terbendung lagi, sehingga  pengeboran dihentikan. Setelah uji coba 12 jam air terpompa tidak ada masalah diputuskan pengeboran tidak dilanjutkan.

Alhamdulillah, biaya pengeboran Rp 12 juta ditanggung seorang aghniya, H. Priyo Suka Rasa. Beliau juragan  kue dan bolu Suka Rasa, di Semanu Gunungkidul. Program selanjutnya adalah pembuatan bak penampunga.  Dengan kapasitas untuk sekitar 6000 liter, pembuatan bak air diperkirakan menghabiskan biaya Rp 6,5 juta. Panti  Asuhan masih mengajak  masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan bak tampungan tersebut.

Hadirilah Pengajian Akbar dan Peresmian Panti Asuhan Rumah Sejahtera

Pada Tanggal 16 Juli 2012 Akan diadakan Pengajian Akbar dan Peresmian Panti Asuhan Rumah Sejahtera yang beralamat di Tembesi, Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Pengajian Akbar ini berlokasi di SD Muhammadiyah Kuwon Ponjong. Peresmian Panti Asuhan Rumah Sejahtera ini akan dihadiri oleh Ibu Bupati Gunungkidul, Ibu Badingah dan juga Wakil Bupati bapak Immawan Wahyudi.

Selain itu Pengajian akan dibawakan oleh Pemilik dan Pendiri Jaringan Pamela Swalayan Bapak Drs. Sunardi Syahuri, ME. yang berasal dari Yogyakarta.